Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat Masuk Tahap Konsultasi Publik AMDAL, Diharapkan Dorong Akses Pendidikan dan Ekonomi Masyarakat
Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat Masuk Tahap Konsultasi Publik AMDAL, Diharapkan Dorong Akses Pendidikan dan Ekonomi Masyarakat
BUAYAN – Kecamatan Buayan melalui Kasubbag Perencanaan dan Keuangan Mila Ernawati, S.E., menghadiri Konsultasi Publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Balai Desa Nogoraji pada Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Kebumen, Pemerintah Desa Nogoraji selaku tuan rumah, Pemerintah Desa Banyumudal dan Rogodono sebagai wilayah yang dilalui kendaraan dan alat berat selama proses pembangunan, masyarakat, serta konsultan AMDAL dari PT UNITEST, Maulana Hakim.
Dalam sambutannya, Kepala Dinsos P3A Kabupaten Kebumen Yunita Prasetyani, S.E., M.A., M.Ec.Dev., menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat diarahkan untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan. Program tersebut terutama menyasar anak dari keluarga Desil 1 dan 2, termasuk anak putus sekolah, tidak sekolah, maupun yang berisiko putus sekolah.
Sementara itu, konsultan AMDAL PT UNITEST Maulana Hakim memaparkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Nogoraji yang akan dibangun setinggi tiga hingga empat lantai di atas lahan seluas 59.954,51 m². Sekolah tersebut direncanakan mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas hingga 2.500 siswa.
Penyusunan AMDAL bertujuan mengoptimalkan dampak positif pembangunan sekaligus mengendalikan potensi dampak negatif, baik selama tahap konstruksi maupun operasional. Pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan memberikan manfaat dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, membuka peluang kerja, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan dukungan terhadap rencana pembangunan Sekolah Rakyat. Sejumlah pertanyaan, aspirasi, dan catatan juga disampaikan, antara lain terkait pemberdayaan ekonomi lokal, kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar, lalu lintas kendaraan dan alat berat, serta pengawasan terhadap dampak lingkungan. Sebagai bagian dari pelibatan masyarakat dalam proses AMDAL, forum memberikan ruang bagi perwakilan masyarakat untuk terlibat dalam Tim Penilai AMDAL.
Pada akhir kegiatan, Maulana Hakim menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal pelaksanaan pembangunan serta menyampaikan temuan apabila terdapat kegiatan yang tidak sesuai dengan aspirasi dan kesepakatan yang telah disampaikan melalui konsultasi publik.
