Pemdes Banyumudal Gelar Musdes Sosialisasi DTSEN, Dorong Data Sosial Ekonomi Lebih Tepat Sasaran
Pemdes Banyumudal Gelar Musdes Sosialisasi DTSEN, Dorong Data Sosial Ekonomi Lebih Tepat Sasaran
BUAYAN – Pemerintah Desa Banyumudal menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pada Selasa (22/9) bertempat di Balai Desa Banyumudal.
Kegiatan diikuti Pemerintah Desa, BPD, RT/RW, PKK, kader, tokoh masyarakat, serta tokoh agama. Hadir sebagai narasumber Kasi Pelayanan Umum dan Kesehatan Sosial Kecamatan Buayan, Pendamping PKH, serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Joko Suroso.
Dalam pemaparannya, Joko Suroso menjelaskan DTSEN sebagai basis data sosial ekonomi yang mengintegrasikan sejumlah sumber data, termasuk DTKS, data kemiskinan ekstrem, dan Regsosek. Data tersebut menjadi salah satu rujukan dalam pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan penyaluran program bantuan agar lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Pendamping PKH Heni menjelaskan sejumlah indikator yang digunakan dalam menentukan desil atau kelompok tingkat kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengingatkan warga agar menjaga keamanan dokumen kependudukan seperti KTP dan KK serta tidak sembarangan meminjamkannya kepada pihak lain.
Musdes juga membahas pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan identitas kependudukan, termasuk terkait penyalahgunaan data untuk aktivitas judi online. Warga yang merasa data kependudukannya disalahgunakan dapat menyampaikan sanggahan untuk selanjutnya dilakukan proses verifikasi sesuai ketentuan.
Selain membahas DTSEN, Kecamatan Buayan menyampaikan sejumlah imbauan terkait kondisi musim kemarau. Masyarakat diingatkan untuk bijak menggunakan air bersih serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Kasi Pelumkesos Kecamatan Buayan, Embriyowati Catiyas juga menyoroti persoalan pendidikan khususnya masih adanya anak yang tidak melanjutkan sekolah. Ia mengajak pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk bersama-sama melakukan pendekatan persuasif agar anak-anak dapat kembali memperoleh hak pendidikannya.
Melalui Musdes ini, Pemerintah Desa Banyumudal berharap pemahaman masyarakat mengenai DTSEN semakin baik serta terbangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pemutakhiran data, penanganan persoalan sosial, dan peningkatan kesejahteraan warga.
