Pemanfaatan Energi Listrik untuk Sektor Pertanian: Peresmian Sumur JIAT dan Gerakan Tanam Jagung di Desa Adiwarno
Pemanfaatan Energi Listrik untuk Sektor Pertanian: Peresmian Sumur JIAT dan Gerakan Tanam Jagung di Desa Adiwarno
BUAYAN – Pemerintah Desa Adiwarno menjadi saksi sinergi nyata dalam upaya peningkatan ketahanan pangan lokal. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) menyalurkan bantuan penyambungan listrik untuk Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang dirangkaikan dengan aksi penanaman jagung bersama Biyunge.
Acara ini mendapat pengawalan dan pendampingan penuh dari Camat Buayan beserta jajaran Forkopimcam Buayan, yang sejak awal berkomitmen mensukseskan program-program pemberdayaan masyarakat di wilayahnya.
Bantuan strategis ini diresmikan langsung oleh Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr. Reza. Dalam sambutannya, dr. Reza mengapresiasi PLN dan seluruh pihak yang terlibat, seraya berharap modernisasi pengairan ini mampu menyejahterakan petani.
Turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen yang hadir mewakili Bupati Kebumen. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan provinsi ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi kesejahteraan petani.
Sebagai kepala wilayah Camat Buayan Nur Wahyudi, S.H hadir langsung mendampingi seluruh rangkaian kegiatan mulai dari peresmian sumur JIAT hingga aksi turun ke lahan untuk menanam jagung bersama.
Camat Buayan juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT PLN (Persero) serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan mengawal program ini hingga terealisasi di Desa Adiwarno.
Momentum ini diharapkan menjadi pemantik bagi penguatan kerja sama lintas sektor yang lebih luas di masa mendatang. Dengan dukungan legislatif, komitmen pemerintah daerah, kepedulian BUMN seperti PLN, serta pendampingan intensif dari pihak kecamatan, optimisme baru kini tumbuh di tengah masyarakat. Harapan besarnya, kesejahteraan petani meningkat, biaya produksi ditekan, dan ketahanan pangan di desa semakin kokoh.
