Tekan Angka Kematian Ibu, Desa Nogoraji Jadi Proyek Percontohan Program "Kencan Bumil"
Tekan Angka Kematian Ibu, Desa Nogoraji Jadi Proyek Percontohan Program "Kencan Bumil"
BUAYAN – Pemerintah Kabupaten Kebumen terus bergerak taktis dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta mengoptimalkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui langkah konkret, Desa Nogoraji di Kecamatan Buayan resmi ditunjuk sebagai pilot project untuk program inovatif "Kencan Bumil" (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil). Program ini diinisiasi secara khusus sebagai upaya preventif dalam pencegahan risiko Angka Kematian Ibu sejak masa kehamilan.
Pelaksanaan monev program strategis ini terintegrasi dalam rangkaian kegiatan "Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge" yang menghadirkan berbagai pelayanan sosial dan kesehatan gratis untuk warga yang dilaksanakan pada Rabu (24/6).
Camat Buayan Nur Wahyudi, S.H bersama Ketua TP-PKK Kecamatan Buayan Eny Niswatin, S.E menyambut langsung kedatangan Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani beserta rombongan di lokasi acara. Turut hadir mendampingi kunjungan kerja ini, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Reza, yang memberikan dukungan penuh terhadap program penguatan kesehatan ibu dan anak tersebut.
Kehadiran para pemangku kebijakan ini juga diperkuat oleh sejumlah tokoh penting lainnya, antara lain perwakilan TP-PKK Provinsi Jawa Tengah, Ketua Baznas Kabupaten Kebumen, Kepala DinkesPPKB, Forkopimcam Buayan, serta Direktur RS PKU Muhammadiyah Gombong. Sinergi lintas instansi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengawal keselamatan ibu hamil di Kebumen.
Untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas, rangkaian kegiatan ini diisi dengan berbagai program intervensi kesehatan dan sosial, meliputi Cek Kesehatan dan Pengobatan Gratis, Pelayanan KB Pemasangan MKJP, Bakti Sosial, dan Monev Kencan Bumil.
Sebagai bagian penting dari rangkaian Monitoring dan Evaluasi program Kencan Bumil, acara ini juga diisi dengan Pelatihan Kader Kesehatan di wilayah Kecamatan Buayan.
Melalui gerakan Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil, para kader dibekali kemampuan untuk mengenali secara dini tanda-tanda bahaya kehamilan dan memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan berkualitas.
Dengan menjadikan Desa Nogoraji sebagai proyek percontohan, diharapkan sistem pemantauan ibu hamil berbasis masyarakat ini berjalan optimal. Kader kesehatan yang terlatih akan menjadi garda terdepan dalam mendampingi para ibu hamil, sehingga komplikasi kehamilan dapat dihindari dan target penurunan angka kematian ibu dapat tercapai secara signifikan.
