Di Tengah Ancaman Kelangkaan Energi, Edupark Biogas Terpadu Banyumudal Hadirkan Solusi Mandiri
Di Tengah Ancaman Kelangkaan Energi, Edupark Biogas Terpadu Banyumudal Hadirkan Solusi Mandiri
BUAYAN – Ditengah isu kelangkaan energi dan melonjaknya harga bahan bakar yang tengah menjadi tantangan global saat ini, sebuah langkah solutif hadir melalui Wisata Edupark Biogas Terpadu. Terletak di Desa Banyumudal, desa ini sukses menciptakan ketahanan energi lokal dengan memanfaatkan limbah kotoran sapi.
Keberhasilan ini mendapat perhatian khusus dari Camat Buayan Nur Wahyudi, S.H yang melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi. Dalam kunjungannya, Camat Buayan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap eksistensi dan konsistensi tempat wisata berbasis edukasi dan lingkungan tersebut.
Pemanfaatan biogas ini menjadi angin segar bagi masyarakat sekitar. Energi alternatif yang dihasilkan dari Edupark ini disalurkan langsung ke rumah-rumah warga untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari, sehingga warga tidak perlu lagi cemas akan kelangkaan atau kenaikan harga gas elpiji bersubsidi.
Saat ini, Edupark Banyumudal mengelola sebanyak 16 ekor sapi. Sistem pengolahan limbahnya dirancang dengan konsep zero waste (bebas sampah) untuk memastikan tidak ada bagian yang terbuang sia-sia. Kotoran yang masuk ke bak penampungan langsung dibagi menjadi dua jalur, yaitu urin dan kotoran padat. Urin sapi ditampung dan difermentasi untuk dijadikan pupuk organik cair yang kaya nutrisi.
Sedangkan kotoran padat dimasukkan ke dalam kubah digester untuk diolah menjadi biogas yang menjadi sumber energi. Sisa ampas dari proses produksi biogas diolah kembali menjadi pupuk organik padat berkualitas tinggi untuk pertanian.
Melalui integrasi ini, Desa Banyumudal tidak hanya berhasil menjawab tantangan kelangkaan energi secara mandiri, tetapi juga mampu mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia yang harganya kian melambung.
Camat Buayan berharap sinergi antara ketahanan energi dan pangan di Edupark Biogas Banyumudal ini dapat menjadi role model bagi desa-desa lain dalam menghadapi krisis energi di masa depan.
