Satu Rumah yang Dihuni Oleh Banyak Keluarga, Ibu Pariyem Menunggu Uluran Tangan Bedah Rumah
Satu Rumah yang Dihuni Oleh Banyak Keluarga, Ibu Pariyem Menunggu Uluran Tangan Bedah Rumah
BUAYAN – Menindaklanjuti laporan warga di media sosial terkait adanya rumah tidak layak huni (RTLH), Camat Buayan Nur Wahyudi, S.H bergerak cepat dengan melakukan kunjungan langsung ke kediaman Ibu Pariyem di Desa Sikayu, beberapa waktu lalu. Dalam peninjauan tersebut, Camat Buayan didampingi oleh Kadus setempat untuk melihat secara langsung kondisi fisik bangunan serta berdialog dengan keluarga pemilik rumah.
Berdasarkan informasi dari pihak desa, Ibu Pariyem sebenarnya sempat masuk dalam daftar usulan program bedah rumah pada tahun sebelumnya. Namun, pada saat itu ia belum berkenan menerima bantuan tersebut dikarenakan adanya beberapa kendala teknis. Kini dengan kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan, keluarga berupaya kembali untuk dapat masuk dalam usulan tersebut.
Saat ini, Ibu Pariyem tinggal bersama anak-anaknya di rumah tersebut. Salah satu anaknya sedang dalam kondisi hamil besar dan terdapat anak yang masih menempuh jenjang pendidikan sekolah. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Ibu Pariyem mengandalkan penghasilan dari bertani dan menjual buah/daun pohon melinjo. Selain itu, ia juga mendapatkan kiriman dari anaknya yang sedang merantau untuk menyambung hidup.
Dalam kunjungannya, Camat Buayan memberikan pengertian kepada keluarga bahwa pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin agar bantuan rehab rumah dapat segera direalisasikan. Namun, ia menekankan pentingnya mengikuti aturan yang berlaku. Karena pengajuan rehabilitasi rumah ini membutuhkan proses administrasi sesuai prosedur agar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah responsif ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi keluarga Ibu Pariyem dan menjadi bukti hadirnya pemerintah dalam menanggapi aspirasi masyarakat, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui kanal digital.
