Satu Petak Rumah, Sejuta Perjuangan: Kisah Haru Ibu Eli Desa Karangbolong
Satu Petak Rumah, Sejuta Perjuangan: Kisah Haru Ibu Eli Desa Karangbolong
Satu Petak Rumah, Sejuta Perjuangan: Kisah Haru Ibu Eli Desa Karangbolong
BUAYAN - Rumah itu hanya berupa satu petak ruangan kecil. Di ruang yang sangat terbatas itulah, Ibu Eli membagi fungsi sebagai tempat istirahat sekaligus dapur. Namun, di balik sempitnya hunian tersebut, terpancar semangat yang begitu luas. Ibu Eli adalah potret nyata seorang tulang punggung keluarga. Ia memikul beban hidup yang tidak ringan. Sang suami kini menderita stroke ringan yang membuatnya kehilangan kemampuan untuk bekerja. Selain itu, Ibu Eli juga harus memberikan perhatian ekstra bagi buah hatinya yang memiliki kebutuhan khusus.
Demi menyambung hidup dan memastikan dapur tetap mengepul, Ibu Eli tidak pernah memilih-milih pekerjaan. Setiap harinya, Ia menyusuri jalanan demi barang bekas yang bisa dijual. Jika ada waktu, Ibu Eli juga membuat kerupuk untuk dijual atau terkadang membantu pekerjaan rumah tangga di rumah tetangga atau orang lain yang membutuhkan jasanya.
Meski bekerja dari pagi hingga sore, seluruh penghasilannya habis untuk kebutuhan makan sehari-hari. Tidak ada sisa untuk kemewahan, apalagi renovasi rumah.
Kunjungan Camat Buayan Nur Wahyudi, S.H menjadi harapan bagi keluarga ini. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Camat Buayan menyampaikan rasa kagumnya atas kegigihan Ibu Eli. Beliau berpesan agar Ibu Eli tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi ujian hidup ini.
Lebih dari sekadar kata-kata penyemangat, pihak Kecamatan Buayan menegaskan komitmennya untuk mengupayakan langkah-langkah agar Ibu Eli mendapatkan bantuan dari berbagai pihak dan instansi terkait. Kisah Ibu Eli Suripah adalah pengingat bagi kita semua bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk menyerah pada keadaan.
