Keterbatasan Ekonomi Nenek Renta Hidup di Ruang Tamu, Siang Membuat Sapu
Keterbatasan Ekonomi Nenek Renta Hidup di Ruang Tamu, Siang Membuat Sapu
BUAYAN - Respons cepat ditunjukkan oleh Camat Buayan dalam menyikapi aduan masyarakat melalui media sosial. Beberapa hari lalu, Camat Buayan Nur Wahyudi, S.H melakukan kunjungan langsung ke rumah Ibu Mari seorang lansia yang tinggal di Desa Rogodono, guna memastikan kondisi riil di lapangan.
Kunjungan ini berawal dari laporan warga di jagat maya yang merasa prihatin dengan kondisi tempat tinggal Ibu Mari. Setibanya di lokasi, rombongan mendapati kenyataan yang memang cukup memprihatinkan. Dalam peninjauan tersebut, terlihat bahwa Ibu Mari menjalani hari-harinya di sebuah rumah dengan fasilitas yang sangat terbatas. Sebagian atap kamar Ibu Mari mengalami kebocoran parah. Hal ini memaksanya untuk memindahkan tempat istirahat ke sebuah dipan di ruang tamu. Selain itu, rumah tersebut masih beralaskan tanah.
Untuk menyambung hidup, Ibu Mari tetap berupaya mandiri dengan membuat sapu lidi setiap harinya. Urusan konsumsi sehari-hari dilakukan secara sederhana terkadang beliau memasak sendiri, namun tak jarang mendapat kiriman makanan dari anak tunggalnya yang tinggal tepat di belakang rumah. Putranya pun sudah pernah menawarkan untuk tinggal serumah, namun Ibu Mari menolak karena lebih nyaman di rumah sendiri.
Camat Buayan menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal untuk menentukan jenis bantuan yang paling tepat bagi Ibu Mari. Selain memberikan dukungan moral secara langsung, pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Rogodono dan instansi terkait untuk mengupayakan perbaikan rumah atau bantuan sosial lainnya.
Kehadiran Camat Buayan ini diharapkan dapat membawa harapan baru bagi Ibu Mari agar segera mendapatkan hunian yang lebih layak dan nyaman di masa tuanya.
